Minggu, 21 Agustus 2011

Hakekat dan Ruang Lingkup Sejarah

A. Pengertian Sejarah
Kata sejarah secara harafiah berasal dari kata Arab (شجرة: šajaratun) yang artinya pohon. Dalam bahasa Arab sendiri, sejarah disebut tarikh (تاريخ ). Adapun kata tarikh dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih adalah waktu atau penanggalan. Kata Sejarah lebih dekat pada bahasa Yunani yaitu historia yang berarti ilmu atau orang pandai. Kemudian dalam bahasa Inggris menjadi history, yang berarti masa lalu manusia. Kata lain yang mendekati acuan tersebut adalah Geschichte yang berarti sudah terjadi.
Dalam istilah bahasa-bahasa Eropa, asal-muasal istilah sejarah yang dipakai dalam literatur bahasa Indonesia itu terdapat beberapa variasi, meskipun begitu, banyak yang mengakui bahwa istilah sejarah berasal-muasal,dalam bahasa Yunani historia. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan history, bahasa Prancis historie, bahasa Italia storia, bahasa Jerman geschichte, yang berarti yang terjadi, dan bahasa Belanda dikenal gescheiedenis.
Menilik pada makna secara kebahasaan dari berbagai bahasa di atas dapat ditegaskan bahwa pengertian sejarah menyangkut dengan waktu dan peristiwa. Oleh karena itu masalah waktu penting dalam memahami satu peristiwa, maka para sejarawan cenderung mengatasi masalah ini dengan membuat periodesasi.
Menurut definisi sejarah yang dikemukakan para ahli, antara lain sebagai berikut:
1. Roeslan Abdulgani, mengemukakan bahwa sejarah adalah ilmu yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadiannya; dengan maksud untuk menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya, untuk dijadikan perbendaharaan-pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan masa sekarang serta arah progress masa depan.
2. Moh. Yamin, SH, memberikan definisi sejarah ialah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan kenyataan.
3. Thomas Carlyle, mendefinisikan bahwa sejarah adalah peristiwa masa lampau yang mempelajari biografi orang-orang terkenal. Mereka, adalah penyelamat pada zamannya. Mereka merupakan orang-orang besar yang pernah dicatat sebagai peletak dasar sejarah.
4. Herodotus, ahli sejarah pertama dunia berkebangsaan Yunani, yang mendapat julukan The Father of History. Menurut Herodotus, sejarah tidak berkembang kea rah depan dengan tujuan yang pasti, melainkan bergerak seperti garis lingkaran yang tinggi rendahnya diakibatkan oleh keadaan manusia.
5. Ibnu Khaldum, mendefinisan sejarah sebagai catatan tentang masyarakat umat manusia atau peradaban dunia, tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada watak masyarakat itu.
Dari beberapa definisi yang dikemukakan para tokoh di atas, tidaklah sama dalam hal, isi, dan tujuannya. Dalam hal ini, R. Moh. Ali menyimpulkan definisi sejarah sebagai berikut;
1. Sejarah adalah ilmu yang menyelidiki perkembangan peristiwa dan kejadian-kejadian di masa lampau.
2. Sejarah yaitu kejadian-kejadian, peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan manusia, yakni menyangkut perubahan yang nyata dalam kehidupan manusia.
3. Sejarah yaitu cerita yang tersusun secara sistematis (teratur dan rapi).

B. Sejarah sebagai Peristiwa, Kisah, Ilmu, dan Seni
1. Sejarah sebagai Peristiwa
Sejarah adalah peristiwa masa lampau yang pernah terjadi di masa lalu dan tidak akan terulang di masa sekarang. Sejarah dapat dijadikan momentum,punya arti dalam menentukan hidup orang banyak.
2. Sejarah sebagai Kisah
Sejarah sebagai kisah adalah sejarah yang menyangkut penulisan peristiwa tersebut dari seseorang sesuai dengan konteks zamannya dan latar belakangnya. Sejarah sebagai kisah dapat kisahkan atau ditulis lagi oleh siapa saja dan kapan saja sehingga ada proses berkelanjutan.
3. Sejarah sebagai Ilmu
Sejarah sebagai ilmu menurut Koentowijoyo yaitu :
- Bersifat empiris, didasarkan kepada pengalaman dan pengamatan. Dari pengalaman tersebut kemudian diserap dan direkan dalam suatu dokumen yang akan dipakai sebagai sumber data.
- Memiliki objek, yaitu manusia, dilihat dari sudut pandang waktu
- Memiliki teori (kausalitas, challenge, dan response)
- Mempunyai generalisasi : kebenarannya diakui umum
4. Sejarah sebagai Seni
Karena dalam rangka penulisannya, penulisan sejarah memerlukan intuisi, imajinasi, emosi, dan gaya bahasa.
Intuisi (ilham), yaitu pemahaman langsung dan insting selama masa penulisan berlangsung. Dalam hal ini, cara kerja penulis sejarah, hampir sama dengan seorang seniman. Tetapi cara kerja penulisan sejarah didasarkan pada data/fakta.
Imajinasi yaitu kemampuan membayangkan seuatu peristiwa sejarah sesuai dengan kejadian yang sesungguhnya
Dalam penulisan sejarah, diperlukan penggunaan bahasa yang baik, bahasa yang baik dalam penulisan sejarah bukan berarti mempergunakan bahasa yang berlebihan, karena bahasa yang lugas seringkali justru lebih menarik untuk dibaca.
C. Konsep dan Unsur Sejarah
a. Konsep Sejarah
Konsep adalah wujud dari kemampuan akal dalam membentuk gambaran baru yang bersifat abstrak berdasarkan data atau fakta-fakta konkret, sehingga manusia atau individu lain dapat merekontruksi suatu penggambaran.
Tiga konsep utama dalam ilmu sejarah :
1. Perubahan
2. Waktu (terbagi menjadi dua, yaitu Kronologi dan Periodisasi)
b. Unsur Sejarah
Maksud dari unsur sejarah adalah segala bagian yang dipelajari dalam ilmu sejarah. Tiga unsur sejarah adalah manusia (sebagai objek dari sejarah), waktu (sebagai latar waktu terjadinya sejarah), dan ruang (sebagai tempat terjadinya sejarah).
D. Periodisasi dan Kronologi
Periodisasi : Salah satu proses strukturisasi waktu dalam sejarah dengan pembagian atas beberapa babak, zaman, atau periode. Peristiwa-peristiwa masa lampau yang begitu banyak dibagi-bagi dan dikelompokkan menurut sifat, unit, atau bentuk sehingga membentuk satu kesatuan waktu tertentu. Periodisasi atau pembagian babakan waktu merupakan inti cerita sejarah.
Tujuan Periodisasi:
1. Melakukan penyederhanaan
2. Memudahkan klasifikasi dalam ilmu sejarah
3. Mengetahui peristiwa sejarah secara kronologis
4. Memudahkan pengertian
5. Untuk memenuhi persyaratan sistematika ilmu pengetahuan
Kronologi : Konsep waktu. Adapun konsep waktu dalam sejarah berdimensi tiga, yaitu masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang.


E. Kegunaan Belajar Sejarah
1. Memberikan Kesadaran Waktu
Memandang peristiwa-perstiwa sejarah sebagai sesuatu yang terus bergerak dari masa silam berumara ke masa kini dan berlanjut ke masa depan.
2. Memberi Pelajaran
Dengan mempelajari sejarah seseorang atau suatu bangsa, kita akan bercermin dan menilai peristiwa-peristiwa masa lampau yang merupakan keberhasilan/prestasi dari peristiwa-peristiwa masa lampau, yang merupakan kegagalan.
3. Sumber Inspirasi (Ilham)
Sejarah dapat difungsikan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan patriotisme, cinta bangsa dan tanah air. Fungsi sejarah ini sangat disadari terutama dalam hal yang disebut nation building misalnya ingin melestarikan nilai-nilai perjuangan seperti persatuan dan kesatuan, rela berkorban, berjuang tanpa pamrih, semangat gotong royong dan sebagainya.
4. Memberikan Ketegasan Identitas Nasional dan Kepribadian Suatu Bangsa

5. Memberikan Hiburan
Dengan mempelajari kisah-kisah sejarah di tempat yang jauh (di Negara lain) maka seolah-olah kita bertamasya dan memberikan kepuasan dalam bentuk “pesona perlawatan”.

Jumat, 29 Juli 2011

G A L A U

Naruto by Masashi Kishimoto
G A L A U
A Naruto Fanfiction by Takeuchi Mihara
Warning : Boys Love, SUPER DUPER OOC, SEMI CANON, Drabble gaje, abal sumpah deh. -,-
Don’t Like, Don’t Read.
Sekali lagi, Don’t Like, Don’t Read.
A/N : Ini kegilaan author setelah mendengar berita kalau orang yang biasanya tepar karena ayan di sekolah ibunya author, hilang dan baru ditemukan di Kota Bogor. -_- Padahal daerah tempat saya tinggal itu di Kabupaten Bogor.
***

Aku tidak tahu mengapa hari ini Uzumaki Naruto –kekasihku, menghindariku. Sejak pertama kali aku melihatnya pagi ini di lapangan latihan, dia yang tadinya tersenyum manis kepadaku entah kenapa langsung menghindariku.
Saat itu aku melihatnya menungguku di bawah pohon. Dia membelakangiku, Nampak sibuk dengan hitai ate biru miliknya. Aku tersenyum membayangkan wajah tan nya yang terkejut ketika melihatku.
Kuhapus jejak chakra ku dan berjalan pelan mendekatinya.
“Dobe,” sapaku ketika sampai di belakangnya. Aku memeluk pinggang rampingnya, dan menenggelamkan wajahku ke lekukan leher jenjangnya.
“E-eh?! Te-teme!” kagetnya, dia berusaha melepaskan pelukanku. Hm, mukanya memerah.
Aku nyengir dalam hati. Hehehe, Dobe. Setelah latihan hari ini berakhir, kupastikan kau tidak bisa berjalan selama seminggu. Wajar saja, sih. Kau manis sekali.
Dia membalikkan badan dan menatapku garang, “Teme! Apa-apaan kau?! Dasar mesum!” teriaknya tepat di depan mukaku.
Aku tersenyum, “Memangnya tidak boleh, eh?” kataku sambil menempelkan hidung kami. Aku menatap lurus pada mata safir nya. Uh,betapa indahnya mata itu.
Tiba-tiba dia melepaskan pelukanku dan menatapku dengan wajah yang tidak bisa dilukiskan kata-kata. dia mengambil jarak denganku. Matanya menatap takut padaku.
Aku mengerenyit heran. Ada apa dengannya?
“Dobe?”
“Sa-Sas’ke… Kau…” dia tergagap dan menatapku dengan ketakutan yang sangat intens. Sial, ada apa ini? Apa ada sesuatu di wajahku?
Tidak. Tidak mungkin. Aku tahu alasan mengapa para gadis membuntutiku dan meneriakkan namaku dengan nada yang menjijikkan. Itu semua karena wajahku. Aku tahu aku tampan dan si Dobe ini mengakuinya. Jadi tidak mungkin karena wajahku.
Aku menoleh ke belakang, siapa tahu ada seseorang di belakangku. Dan ketika aku menoleh kebelakang, yang kudapati hanyalah udara kosong.
Lalu, apa yang membuatnya menatapku seperti itu?
“Dobe, ada apa?” tanyaku lagi.
“Gyaaaaaaaa!”
***
Kejadian beberapa saat yang lalu itu membuatku tak habis pikir. Dia tiba-tiba berteriak dan mendorongku hingga terjatuh, melesat pergi bagai roket, dan meninggalkanku yang terbengong-bengong saat itu dan tidak mampu menghentikannya.
Itu sebabnya saat ini aku mencoba mencari si Dobe itu. Bila bertemu nanti aku akan minta penjelasan. Sial, ada apa sebenarnya? Dan kenapa aku tiba-tiba merasa seperti sedang syuting film ‘Catch Me If You Can’?
Aku Uchiha Sasuke, tiga belas tahun, murid akademi lulusan tahun lalu yang dipanggil ‘Si Jenius Uchiha’ saat ini tengah dibuat uring-uringan oleh Uzumaki Naruto, si Usuratonkachi yang kini merangkap menjadi kekasihku.
Aku benar-benar dibuat gila.
***
Aku sudah mencarinya kemana-mana. Ke kantor hokage untuk menemui Tsunade, kembali ke lapangan latihan, ke danau Konoha, dan berbagai tempat lain yang –menurutku dia ada di sana. Aku sudah bertanya kepada Iruka-sensei yang sedang bermesraan dengan si bodoh Kakashi dan aku hanya mendapatkan pengusiran diriku oleh sensei ku sendiri. Kakashi-sensei bilang, “Dia tidak ada di sini. Dan kalau kau tidak ada keperluan lain, kau bisa pergi dan biarkan aku bermesraan dengan Iru-koi.”
Rasanya saat itu aku mau muntah di tempat.
Lalu, aku pergi ke kedai Ramen Ichiraku dan aku tidak menemukan rambut mencoloknya di sana. Aku tidak pergi ke tempat Sakura karena aku yakin di sana aku hanya akan menjadi bulan-bulanan gadis yang rambutnya mencolok mataku itu, mengingat betapa dia bisa menjadi seorang monster ganas ketika melihatku.
Aku beruntung karena hubunganku dengan Naruto tidak diketahuinya.
Aku menghela napas lelah. Sial, di mana kau, Usuratonkachi? Aku hanya berjalan tak tentu arah dan kaki jenjangku ternyata membawaku kembali ke kedai ramen. Aku tidak sadar sudah sampai di sana sampai suara cempreng yang sepertinya familiar itu masuk ke indra pendengaranku.
“Teuchi-jisan! Tambah lagi!”
“Oke, Naruto-kun!”
Suara itu… Dobe?
“Naruto-kun, kau tidak latihan?” seseorang bertanya kepada Naruto, sepertinya suara Ayame-nee.
“Nanti saja, deh.” Naruto menjawabnya dengan nada santai.
“Oh iya. Naruto, tadi Sasuke-kun mencarimu ke sini tak lama sebelum kau kemari. Kau bertengkar dengannya, ya?”
“U-um… Begitulah… Hehehe…”
Ck, ada apa sebenarnya dengan dia?
Dengan pikiran kalut, aku memasuk kedai ramen itu dan duduk di sampingnya.
Mata biru itu agak terbelalak katika melihatku. “Sa-Sas’ke?”
Tanpa pikir panjang, aku menariknya keluar dan menyeretnya.
“Tu-tunggu! Aku belum membayarnya!”
Aku hanya diam. Di pikiranku saat ini hanyalah mengapa dia menghindariku hari ini. Aku harus tahu alasannya. Ya.
***
Aku membawanya ke sudut gang sempit, agak jauh dari tempat kedai ramen itu. Aku memojokkannya di sudut gang itu, mengeratkan cengkramanku pada tangannya dan mendekatkan wajahku pada wajah manisnya.
“TEME! Lepaskan aku!” dia meronta. Wajahnya memerah saat ia sadar bagaimana posisi kami.
“Kenapa kau menghindariku, Usuratonkachi?” tanyaku dengan nada dingin. aku benar-benar kesal saat ini. Bagaimana tidak? dia tiba-tiba saja mendorongku dan kabur dari hadapanku, lalu menghindariku. Apa-apaan dia?
Dia menunduk, menyembunyikan mata safir nya dengan poni pirangnya dariku. Aku menggeram.
“Jawab aku, Naruto!”
Dia diam sebelum melanjutkan pernyataannya. “A-aku menghindarimu karena…”
“Karena?”
“Karena… Karena… KARENA NAPASMU BAU, TEME! Bisa-bisanya kau tidak gosok gigi hari ini!”
Aku membatu.
***
OWARI~
***
Drabble ini beneran serius, serius gajenya. -__- Saya juga nggak habis pikir dengan apa yang saya pikirkan tentang seorang Uchiha Sasuke yang jenius itu bisa lupa sikat gigi pagi dan bau jigong seperti itu. *Author dibunuh Sasuke*
Dan endingnya sengaja dibuat nge gantung begitu, semoga berkenan. Ehehehe. XD
Saya nggak tahu kalau ada yang membuat fict seperti ini. Apakah ada? Yang jelas saya memikirkan ide ini sendiri, bukan plagiat. Kalau ada yang sama, saya mohon maaf. _._)mm Pasaran, sih.
Iya, ini beneran gajenya. Mohon maaf. Sekali lagi, maaf karena saya membuat si ayam itu jadi stress begini. Saya juga lagi stress, sih. -___-
Hara : ‘Suke… Maafkan diriku yang membuatmu OOC….
Sasuke : Hooo…. Kau mau mati, ya? Hn? *smirk*
Hara : Hehehe, *nyengir* tidak, kok.
Sasuke : *nyiapin chidori* Tidak berarti ‘iya’.
Sfx : DHUARRR
Hara : Gyaaaaa! DX *tepar*

Um, concrict, please?  *mati*

Fanfic yang asl ada di sini :

Sabtu, 02 Juli 2011

Setiap orang berhak mengeluarkan pendapat mereka, 'kan? Asalkan pendapat mereka tidak menyinggung perasaan orang lain. Maka dari itu, agar saya tidak menyinggung orang lain, saya akan menulis pendapat saya di halaman blog ini. Tempat curhat kedua saya setelah facebook. Nyehehehe. XD

Dulu, saya selalu memegang teguh prinsip; "Laki-laki itu ya pasangannya perempuan, homoseksual adalah hal hina yang harus dihilangkan." Egois, memang. Tapi itu hanyalah pendapat saya ketika masih berumur 10 tahun, umur yang sangat muda ketika berusaha menganalisa berbagai potret kehidupan. Pikiran egois seorang gadis kecil yang diyakininya akan selalu dibawa sampai dewasa.

Tapi, ketika saya beranjak remaja; di mana saya menginjak masa remaja yang sangat rentan akan penyimpangan sosial, saya menemukan sesuatu yang mengubah hidup saya.

Tidak. Saya tidak ingin mengatakan kalau saya adalah salah satu manusia berorientasi menyimpang yang telah termakan oleh prinsip yang sangat dipertahankan sejak kecil. Bukan, bukan itu.

Tapi semenjak menjadi remaja, entah kenapa saya malah terjebak dalam suatu penyimpangan sosial yang (mungkin) langka; ketertarikan ketika melihat dua orang pria yang seadang melakukan fanservice. Istilah kerennya, saya berubah menjadi seorang Fujoshi.

Saya tidak habis pikir ketika mengetahui apa yang membuat saya tertarik pada hal-hal berbau homoseksual seperti itu. Tapi faktanya, tidak hanya saya yang seperti itu. Dan anehnya, saya bangga menjadi fujoshi.

Okeeee, saya memang benar-benar aneh (jika orang awam melihat sikap saya). Dan saya mengerti bahwa lingkungan adalah pengaruh terbesar dalam hidup.

Saya memang bukan orang yang sangat senang 'nongkrong' di luar seperti remaja yang lain. Saya adalah anak rumahan yang hanya menghabiskan waktunya di dalam rumah, sesekali mengecek ponsel untuk sms-an dan internetan. Dan semuanya berawal dari internet.

Yah, internet membawa pengaruh besar bagi hidup saya.

Maka satu pelajaran yang saya dapat dari hidup saya agar lebih baik kelak, jangan pernah membiarkan putera/puteri kita menjadi anak yang terlalu sering berdiam diri di kamar dan menggunakan gadget, justru malah akan sangat berbahaya. :) Karena anak tidak dapat bergaul dengan orang lain, mereka akan mencari teman lewat dunia maya, berkenalan dengan 'dunia' baru yang bahkan orangtuanya belum mengetahui apa itu 'dunia' mereka.

Jumat, 01 Juli 2011

The Reason Why I Love You

Sakura hanya bisa menundukkan kepalanya begitu bel pulang selesai berkumandang. Hari ini, Uchiha Sasuke –kekasihnya –yang notabene nya ketua OSIS tidak bisa menemaninya pergi membeli kue ulang tahun Kaa-san tersayang karena rapat bodoh yang tiba-tiba diajukan Pembina OSIS pada pemuda raven itu. Dan yang lebih mengesalkan lagi, Sasuke hanya mengucapkan tiga kata ketika menolak menemaninya hari ini. Bayangkan, tiga-kata. Dan jangan lupakan dua huruf trademark Uchiha yang artinya tidak jelas itu.

“Hn, aku tidak bisa.”

Oh, betapa Sakura ingin sekali memukul kepala ayam kekasihnya itu.

Naruto © Masashi Kishimoto
The Reason Why I Love You © Takeuchi Mihara
Warning : Drabble gaje yang sangat pendek, OOC, AU

Tak tahan lagi, gadis berambut pink lembut ini bergegas menyusul Sasuke yang telah dipastikan berada di ruang OSIS, mengingat Ia sudah melesat pergi ketika dering bel pulang pertama berbunyi. Jarak kelas X-A –kelas mereka –tidak begitu jauh dengan ruang OSIS, hanya berjarak lima kelas saja.

Ia tak tahan lagi. Sakura sebenarnya masih bisa bersabar ketika Sasuke selalu menolaknya untuk pergi menemaninya belanja karena kesibukan kekasihnya itu. Sakura juga sudah bersabar dengan sifat kelewat dingin Sasuke yang selama ini selalu melekat padanya. Tapi yang tidak ia mengerti… Apa Sasuke menyukainya? Apa Sasuke benar-benar menyukainya dan menerima saja tembakannya tiga bulan yang lalu?
Lalu… kenapa sifatnya seperti ini pada Sakura?

Menggigit bibirnya, Sakura mendorong pintu ruang OSIS dan masuk begitu saja ke ruangan itu. Didapatinya sang kekasih tengah sibuk dengan laptop hitam dihadapannya, lengkap dengan sebuah kacamata berbingkai hitam di wajahnya. Uchiha Sasuke. Sendirian.

Jadi ini yang namanya rapat? Huh? HUH?!

Sasuke melirik ke arah Sakura sejenak, lalu mengalihkan tatapan mata onyx nya kembali kepada laptopnya. “Ada apa?” tanyanya dengan nada datar. Betapa Sasuke tidak tahu bagaimana efek ucapan datar –menjurus dingin –yang dia lontarkan.

Sakura menatap onyx Sasuke yang terhalang kacamata minus itu, “Apa –kau menyukaiku?” Sakura berkata dengan tatapan sendu. Dia membutuhkan ini sekarang. Tangannya mengepal erat, meredam emosi yang kini tengah bergejolak.

Sejenak Sasuke menegang, mata onyx nya kini menatap mata emerald Sakura, intens. Namun wajah stoic masih dipakainya.

“Hn?”

Tidak bisa menahan lebih lama, Sakura berteriak kencang, “Kenapa sikapmu begini, Sasuke-kun?! Kenapa kau selalu dingin padaku?! Dan bukankah kau bilang tidak bisa mengantarku karena kau ada rapat? Lalu mana anggota yang lain, hah?!” lepas sudah. Kini air mata mengalir pelan, membasahi pipinya yang kini memerah karena marah.

“Hn,” Sasuke menutup matanya sejenak, lalu kembali menatap Sakura. “aku hanya akan rapat dengan Pembina OSIS di sini.” Dia berjalan pelan menuju tempat Sakura, lalu berhenti di hadapan kekasihnya yang bertubuh lebih pendek darinya, “dan kenapa kau bertanya begitu?”

Sakura menunduk, “Aku… hanya ingin tahu alasan mengapa kau menerimaku waktu itu. Aku hanya ingin tahu apakah kau menyukaiku atau tidak.”

Dan Sakura tidak menyadari bahwa Sasuke kini tengah menyeringai, “Hn. Aku tidak menyukaimu,”

Kaget? Ya. Sakura membelalakkan mata emerald nya, menatap mata onyx di hadapannya dengan ekspresi terluka. Jadi, begitu ya…?

“Begitu?” dia menundukkan kepalanya, menatap lantai yang entah kenapa kini lebih menarik daripada objek di hadapannya, “kalau begitu, terima kasih untuk selama ini…”
Sasuke makin menyeringai. Perlahan, diangkatnya wajah Sakura menghadapnya, lalu berbisik tepat di telinga kekasihnya itu, “Aku memang tidak menyukaimu. Tapi, aku mencintaimu.” Ucapnya lembut.

Otomatis, wajah Sakura memerah, “Ka-kalau kau mencintaiku, tapi kena –mmph…” satu kecupan mendarat di bibir berpoles lipgloss milknya, sukses menghentikan ucapannya pada sang kekasih.

Dan kali ini Sasuke tersenyum lembut, “Tidak ada alasan mengapa aku mencintaimu, Sakura. Aku mencintaimu karena yang kurasakan hanya hal itu.”

Dan baru kali ini Sakura mendengar kalimat panjang terlontar dari mulut kekasihnya, Uchiha Sasuke.

Owari~

Drabble yang ditulis hanya dengan setengah jam. -__-)a

My Second Fict for SasuSaku. Hope you like it. ^^